Tentangnya..
Ia mungkin hanya berusia sekitar 5 tahun saat semuanya terjadi. Ia seorang anak perempuan yang manis. ia tersenyum dengan polos. Ia bahkan masih belum
bisa berkata-kata dengan jelas walaupun ia sudah 5 tahun.
Ia dengan segala kepolosannya datang ke dalam hidupku. Ia memberi nuansa baru di hidupku. aku mungkin baru saja mengenalnya. Aku baru saja mengenalnya
dua bulan yang lalu, tepatnya Juli 2009. Ia, pagi itu, datang dan berdiri di depan pintu dan tersenyum manis. Aku mencoba menebak namanya dan aku benar
tp aku jg salah. kenapa? aku mengira nama panggilan dengan nama depannya tp tnyt nama panggilannya diambil dari nama tengahnya.
As the time goes by.. aku mulai mengenal dia..dia mulai mengenalku. ia pun mulai mengenal teman-temannya. teman-temannya pun mulai mengenalnya. ia
cukup terkenal dilingkungan teman-temannya. ia merupakan salah satu anak yang paling cepat dikenal diantara teman-temannya. ia dikenal karena adanya
komplain yang datang berkali-kali dari teman-temannya. dan itu terjadi setiap harinya.
"ia menyikutku.."
"ia memukulku.."
"ia kasar.."
aku pun harus sering menghadapinya, berusaha mengingatkan. aku berusaha mengajarinya. ia yang tidak begitu lancar berbicara, ia tidak mudah mengingat,
ia yang benar-benar tidak tahu apa-apa, benar-benar menguji kapasitasku.
seringkali aku dibuatnya sebal. sering kali dia membuat temannya terganggu. tapi kemudia aku berpikir.. apa yang terjadi dengan keluarganya?!mengapa
anak ini benar-benar tidak tahu apa-apa. ia bahkan sulit membedakan mana yang baik dan yang tidak. ia tidak bisa memilih. ia yang tidak mengerti
membedakan angka 1 dan 2.
sungguh.. aku penasaran dibuatnya. aku terus berpikir.. kenapa ia begini?kenapa ia begitu?mungkin ia hanya tidak tahu bagaimana
bersosialisasi..bagaimana berkomunikasi dan berteman.. ia hanya ingin diperhatin.. ia hanya ingin berteman..
kemudian dengan seiring berjalan waktu, semua drama dalam hidupnya mulai terbongkar. ternyata ia sering merasakan tindakan-tindakan fisik oleh orang di
sekitarnya. ia juga sangat kurang sekali perhatian dari orangtuanya. mungkin ia hanya akan berinteraksi dengan ibunya saat ibunya mengajak ke mall
untuk berjalan-jalan. itupun hanya 2 minggu sekali. ibunya seorang yang sering tampil dilayar kaca dan ayahnya seorang yang harus standby berusaha
menggunakan kemampuan untuk menyembuhkan orang lain. kedua orangtuanya sibuk. mereka jarang punya waktu untuk menghabiskan waktu bersama-sama anaknya.
untungnya ia mempunyai beberapa kakak yang menemaninya walaupun aku sendiri kurang mengetahui apakah ia benar-benar bisa dekat dengan kedua kakaknya.
tapi ia adalah ia. ia tetap saja anak perempuan kecil yang polos yang mencoba masa kecilnya disekolah, yang mungkin saja tidak bisa ia dapatkan
dirumah. aku tidak tahu bagaimana keadaannya di rumah. aku tidak mempunyai data sama sekali tentangnya. aku bahkan tidak bisa menghubungi orang tuanya
untuk mengetahui apa yang ia lakukan dirumah.
pernah suatu hari, seorang datang kepadaku, memberitahukan tentang tindakan fisik yang dialaminya, yang dilakukan oleh seorang perawatnya. Well aku
geram..bagaimanapun ia hanya seorang anak kecil dan tidak sepatutnya seorang anak kecil mendapatkan tindakan fisik, apapun yang dilakukan oleh anak
itu. kita seharusnya sebagai orang yang lebih tua, sudah seharusnya bisa membimbingnya. jujur aku geram.. aku kasian..
setelah kejadian itu, semua terbongkar. akhirnya aku mngetahui bahwa ia hanya seorang anak angkat dari keluarga yang sedang diambang kehancuran. kedua
orangtua angkatnya pun sedang akan bercerai. ayahnya selingkuh dan ibunya pun stres. perselingkuhan ayahnya yang sudah bertahun-tahun baru saja
diketahui oleh ibunya. bahkan ayahnya mempunyai seorang anak dari hasil perselingkuhannya yang juga bersekolah ditempat yang sama dengannya.
well semuanya sudah seperti cerita sinetron.. semuanya begitu tragis.. semua tentangnya membuatku luluh.. aku kasian.. aku berjanji aku akan
mendidiknya dengan baik sehingga ia menjadi anak yang mandiri. aku yakin bahwa hidup akan membawanya menjadi seorang perempuan yang lebih matang dan
siap menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya kelak.
ia mempunyai arti di hidupku..
ia mewarnai hidupku..
ia membuatku lebih berarti..
aku beruntung Tuhan memperkenalnya denganku..
No comments:
Post a Comment