Friday, October 02, 2009

In Batik Day

Entah karena hari ini hari berbatik ria atau karena UNICEF yg tlh memproklamirkan batik Indonesia sbg slh satu warisan yang berharga, atau mgkn karena gempa yang belakangan ini sering terjadi, khususnya di Padang, rasa kemanusiaan dan nasionalismeku tergugah. Terlintas keinginanku untuk melakukan sesuatu. Aku harus melakukan sesuatu..bertindak! yah setidaknya aku tidak hanya duduk terdiam dan mengamati segalanya tanpa melakukan apa2.

Oke.. aku pastikan aku cinta negeri ini. Aku cinta tempat dmn aku dilahirkan dan aku dibesarkan. Aku cinta Indonesiaku. Aku bahkan sayang dengan saudara2ku diluar sana. Well, aku memang jarang memberikan sumbangan kepada pengamen yang mengamen dijalan atau di bis-bis.. atau mgkn kepada orangtua ataupun anak2 jalanan yang datang meminta. Klise banget ya kalau aku katakan aku sayang saudara2ku diluar sana kalau tnyt aku sndr acuh tak acuh.
Yang bisa kulakukan hanya memilah-milah mana yang layak aku berikan sumbangan. aku tak mau memberikan sesuatu kepada orang yang kerja minta-minta saja tanpa berusaha lebih padal ia mampu. Sungguh itu pemandulan dan pembodohan kalau kita berikan uang kepadanya.

Well aku teringat akan sebuah potongan lagu..
"Bagaimana dengan mereka yang menjerit karena lapar?
Yang hidup dari belas kasihan orang seperti kita..
Bagaimana dengan mereka yang tak punya apa-apa?
Apa yang tlah kita buat?? karena kita diciptakan untuk berbagi hidup dengan mereka..."

Karena lagu itu.. aku tersadar.. Aku harus mensyukuri sgala sesuatu yang kumiliki. Aku akan berusaha untuk mendapatkan lebih supaya mungkin dr kelebihan itu aku bisa berbagi sesuatu dengan mereka.. Aku mungkin tidak punya materi yang berlimpah yang dapat kubagikan. Aku hanya menikmati setiap makanan dan minuman yang kudapat dan berusaha untuk menghabiskannya. Aku belajar untuk tidak membuang-buang makanan. Kalau kata orangtuaku.. "nanti nasinya nangis loh.." Aku dulu berpikir, bagaimana bisa nasi nangis?? tapi kemudian aku tahu arti dibalik ucapan tersebut.. Aku belajar untuk mengartikan segala sesuatu tidak hanya secara harafiah saja tapi melainkan makna dibalik setiap pernyataan.

Dulu ketika aku masih mahasiswa, ketika aku masih mempunyai banyak waktu, aku meluangkan waktuku untuk terjun langsung mencoba melakukan sesuatu untuk saudaraku yang membutuhkan pertolongan. Aku ingin merasakan secara langsung bagaimana rasanya kalau aku yang berada dalam posisi dan kejadian yang sama. Aku tak ingin sekedar bersimpati. aku ingin berempati. Entah mengapa, aku senang sekali kalau bisa membuat orang lain tersenyum. Apalagi ketika mereka dapat kesusahan dan kebradaanku dapat membantu mereka.. Sungguh aku senang sekali ketika melihat mereka tersenyum dengan tulus. Aku bisa melihat dari mata mereka. Mata yang benar-benar tulus. Aku tidak akan pernah melupakan saat-saat aku di Klaten. Saat Gempa Jogja itu terjadi.

Sekarang Gempa kembali terjadi dan merenggut banyak senyum dari muka orang-orang. Banyak orang mnjadi korban. Ratusan ribu.. Jumlah yang sangat tidak sedikit. Hal ini hampir sama dengan yang terjadi pada Desember 2006 di Aceh. Jujur aku ingin ikut membantu kesana. Tapi aku tahu kapasitasku. Sekarang yang bisa kulakukan adalah memanjatkan doa berharap yang terbaik. Semoga semuanya bisa tersenyum kembali. Semoga semuanya bisa bangkit dan kembali meraih cita. Hari ini aku kerja dengan menggunakan batik, aku bangga akan negeri ini, dan dengan aku memakai batik, aku bisa ikut berpartisipasi membuat negeri ku kembali bangkit dimulai dari hari ini. Mari kita menghapus tangisan kita dengan satu harapan baru. Aku tahu semuanya ga mudah. Tapi jangan tanggung bebanmu untuk dirimu sendiri saudaraku. Berbagilah.. Karna mgkn bisa menbantumu meringankan bebanmu.

No comments: